Konsultan PolitikPersonalBranding Onlinesocial media

LIMA JURUS MEREBUT KURSI PARLEMEN

Tanggal 20 September 2018, daftar calon anggota legislatif tetap (DCT) bakal dirilis KPU. Setelah itu, masa kampanye pun dimulai. Perhelatan lima tahun sekali. Para Caleg segera menyibukkan diri siang malam untuk satu tujuan: merebut kursi parlemen.

Ini adalah medan pertempuran.

Bagi incumbent, hanya pengulangan. Mereka sudah menguasai medan. Hafal seluk-beluk dan lika-likunya. Lengkap dengan senjatanya. Bagi newbie, Caleg baru, situasi ini bisa dilukiskan seperti saat kita dulu memasuki hari-hari menjelang ujian akhir sekolah. Belajar keras. Gila-gilaan. Bahkan harus ikut les ini dan itu.

Namun pertempuran kali ini berbeda.

Pertama, berbeda karena cara pemilihan berubah. Pemilihan serentak. Memilih partai, calon presiden, dan Caleg, jadi satu. Tumplek blek. Perubahan ini, pasti akan mempengaruhi emosi para pemilih.

Kedua, waktu berubah cepat. Generasi baru tumbuh. Pemilu kali ini ada di era yang berbeda. Zaman di mana masyarakat sudah melek informasi. Kritis. Pragmatis dan cenderung mau yang instan. Di tambah lagi munculnya generasi baru milenial. Lengkap sudah perubahan masyarakat saat ini.

Nah, menilik adanya dua perubahan itu, maka incumbent, tak lagi boleh menganggap enteng. Mereka juga harus bekerja keras. Bilamana perlu, belanja senjata baru untuk memasuki pertempuran.

Berikut adalah lima senjata yang mesti dimiliki, dikuasi, dan segera dikokang oleh para Caleg.

Pertama, BATTLE PLAN

Sebelum koar-koar di lapangan, jalanan, serta berbagai media, mereka harus menyusun persiapan pertempuran. Persiapan ini meliputi: pengukuran tingkat elektabilitas; memahami potensi diri; serta perencanaan dan mapping.

Kedua, Manajemen Personal

Ini merupakan keniscayaan yang harus dilakukan. Langkah ini sudah menjadi rumus akademik. Tidak bisa tidak harus dilakukan. Melalui pendekatan public relations.

Jangan biarkan tim lapangan Anda bekerja dengan naluri mereka sendiri tanpa arahan strategis ini.

Ketiga, Mempesona pemilih melalui Personal Branding

Setelah definisi citra diri ditemukan pada langkah kedua, selanjutnya adalah mengaktifkannya. Lakukan SWOT. Bangun keunikan diri. Susun pola-pola yang sesuai dengan citra diri Anda untuk melakukan perang darat dan udara.

Keempat, Membangun Kredibilitas.

Citra diri yang elok, indah, cantik akan menjadi sia-sia bila tidak ada kredibilitas. Dikenal luas khalayak publik, tidak selamanya menguntungkan. Dikenal 100 ribu orang tetapi dibenci oleh 10 ribu orang, dijamin nyungsep. Kalah dengan Caleg sebelah yang disukai oleh 5 ribu orang.

Kelima, Perang Darat.

Ini adalah pamungkas dari semua pertempuran. Para pemenang akan ditentukan pada saat detik-detik terakhir. Kemampuan organisasi Caleg dalam mobilisasi massa sangatlah penting. Ibarat jualan, perang darat adalah tahapan closing. Terjual atau tidak dagangan Anda, tergantung cara Anda melakukan closing.

Selamat bertempur. Yakinlah, Anda pemenangnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *